just write

just write
Tampilkan postingan dengan label Penerjemahan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penerjemahan. Tampilkan semua postingan

Menjadi Penyunting Terjemahan yang Profesional

Senin, 16 November 2015



Menjadi Penyunting Terjemahan yang Profesional

Oleh Hilmi Akmal



1. Apa itu Penyuntingan? 
            Terjemahan yang baik adalah terjemahan yang telah mengalami proses penyuntingan. Namun, sebelum Anda memutuskan untuk menjadi penyunting profesional saya rasa Anda harus memahami apa itu penyuntingan.

Menerjemahkan Karya Sastra

Rabu, 06 Mei 2015



MENERJEMAHKAN KARYA SASTRA



DEFINISI, LANGKAH-LANGKAH DAN PERSYARATAN[1]

Oleh Hilmi Akmal[2]

1. Pendahuluan
            Saat berjalan-jalan ke toko buku, pandangan kita sering tertumbuk pada deretan buku-buku dengan judul berbahasa asing, sebagian besar bahasa Inggris, tetapi isinya berbahasa Indonesia.

Mau Jadi Penerjemah atau Kritikus Penerjemahan?

Selasa, 21 April 2015



Mau Jadi Penerjemah atau Kritikus Penerjemahan?

Oleh Hilmi Akmal

Sebutlah namanya Blinger. Blinger sedang galau. Jurusan tempat dia kuliah mewajibkannya untuk memilih salah satu dari tiga konsentrasi keilmuan.

Grammar itu Makanan Gue!

Sabtu, 21 Maret 2015



GRAMMAR ITU MAKANAN GUE!

oleh Hilmi Akmal


Kalimat sergahan itu berasal dari seorang kenalan sebagai balasan pertanyaan saya, “Apa Anda bisa?” Sebelumnya, dia bertanya pada saya apakah ada terjemahan yang bisa dikerjakannya.

Menggenggam Dunia dengan Menjadi Penerjemah

Rabu, 18 Maret 2015



Menggenggam Dunia dengan


Menjadi Penerjemah dan Penyunting Buku Profesional[1]

Oleh Hilmi Akmal[2]

The best translation has been those writers who have composed original works of the same species.    
–Woodhouselee

To write is human, to edit is divine  


–Stephen King, On Writing

Scribo et Edo et Translato Ergo Sum!  (saya menulis, menyunting, dan menerjemahkan, maka saya ada)

  –Hilmi Akmal 

 

1. Sebuah Pertanyaan yang Senantiasa Mengusik
            Saat masih duduk di bangku kuliah, di sela-sela kesibukan menghadiri kuliah, membuat tugas yang menggunung, bersosialisasi, berorganisasi, berdemo, dan mencari belahan hati, ada satu pertanyaan yang selalu mengusik kita; “Setelah kuliah selesai, setelah gelar sarjana didapat, saya mau kerja apa?”